
LProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, publik menyoroti beredarnya foto menu MBG edisi Ramadan dari SPPG Huller Mama Raya yang terlihat mencantumkan label harga pada setiap item makanan di dalam paket.
Dalam foto yang viral tersebut, setiap menu yang dibagikan kepada penerima manfaat tampak dilengkapi rincian harga. Label itu ditempel langsung pada kemasan makanan, sehingga nilai masing-masing item bisa terlihat jelas.
Keberadaan label harga tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet. Sebagian menduga pencantuman harga dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengetahui dan menghitung total anggaran per paket makanan. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kebijakan tersebut.
Beberapa komentar bahkan bernada sindiran. Salah satu warganet menulis, “Beli harga partai besar, yang dicantumin harga warung!” Komentar tersebut kemudian ramai dibagikan ulang dan memancing diskusi lebih luas.
Polemik ini kembali mengangkat isu transparansi anggaran, efisiensi biaya, serta mekanisme pengadaan dalam pelaksanaan program MBG. Warganet menilai, jika pembelian dilakukan dalam jumlah besar, seharusnya harga yang tercantum mencerminkan harga grosir, bukan harga eceran.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait alasan pencantuman label harga pada menu MBG tersebut. Masyarakat pun berharap ada klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman dan informasi yang simpang siur.
Viralnya unggahan ini menunjukkan bahwa publik semakin kritis terhadap setiap detail pelaksanaan program bantuan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dan transparansi distribusi.



