
LJagat maya kembali dihebohkan dengan sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi perundungan keji di Kota Depok. Seorang anak menjadi korban kekerasan oleh temannya sendiri hanya karena masalah sepele: kalah dalam perlombaan lari.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat pelaku yang diduga tidak terima dikalahkan saat lomba lari melakukan tindakan agresif. Bukannya menunjukkan sikap sportif, pelaku justru menyeret korban secara kasar di atas permukaan aspal jalanan.
Ironisnya, aksi kekerasan tersebut terjadi di hadapan beberapa orang dewasa. Namun, bukannya melerai atau menolong korban, orang-orang dalam video tersebut tampak hanya menonton dan membiarkan aksi perundungan itu berlangsung.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami trauma fisik dan psikis yang mendalam. Namun, langkah untuk menuntut keadilan kini terganjal tembok besar. Keluarga korban mengaku merasa terintimidasi dan takut untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
Ketakutan ini muncul lantaran identitas ayah pelaku yang diketahui merupakan anggota aktif kepolisian. Keluarga korban merasa kecil hati dan khawatir laporan mereka tidak akan diproses secara adil atau justru dipersulit.
"Kami ini orang kecil, hanya rakyat biasa. Kami takut kalau lapor nanti malah dipersulit karena ayah pelaku adalah polisi aktif," ungkap salah satu kerabat korban yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini menjadi sorotan netizen yang mengecam tindakan pelaku serta pembiaran oleh orang dewasa di lokasi kejadian. Banyak pihak menyayangkan jika instansi kepolisian dijadikan alasan bagi keluarga pelaku untuk bersikap arogan atau membuat korban merasa terancam dalam mencari keadilan.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut telah mendapatkan ribuan respons dari warga net yang mendesak pihak Polres Metro Depok untuk turun tangan mengusut kasus ini secara transparan tanpa pandang bulu.
Keadilan bagi korban kini menjadi tanda tanya besar. Apakah hukum akan tegak lurus, atau justru kalah oleh relasi kuasa?



