
LSebuah kisah haru datang dari kampung di wilayah Bukit Baru, Kalimantan Selatan. Sepasang suami istri lanjut usia berpulang hanya dalam selisih beberapa jam di awal bulan suci Ramadhan. Cerita ini pun viral di media sosial dan mengundang doa serta rasa haru dari warganet yang menyebutnya sebagai kisah “sehidup semati”.
Informasi mengenai peristiwa ini dibagikan melalui akun TikTok @ernimaulida98 dan dengan cepat menyita perhatian publik. Dalam unggahannya, sang pencerita menyebut bahwa pasangan lansia tersebut merupakan orang tua dari donatur sekaligus pendiri sebuah sekolah TK tempat ia mengajar.
Diketahui, sang nenek wafat lebih dahulu pada sore hari sekitar pukul 17.00 WITA di Banjarmasin. Ia sebelumnya dalam kondisi sehat dan setia mendampingi sang suami yang tengah menjalani pengobatan bolak-balik ke rumah sakit di kota tersebut.
Namun takdir berkata lain. Di tengah bulan suci Ramadhan, sang nenek lebih dulu berpulang ke Rahmatullah di usia 81 tahun.
Jenazah kemudian dibawa pulang menggunakan ambulans menuju rumah duka di wilayah Tanah Bumbu. Sementara itu, sang kakek yang telah mengetahui kabar kepergian istrinya menyusul pulang menggunakan mobil pribadi bersama anaknya.
Dalam perjalanan menuju rumah duka, sang anak sempat mengajak kakek berbincang di dalam mobil. Namun, tiba-tiba sang kakek tak lagi merespons. Mobil pun segera menepi untuk memastikan kondisinya.
Betapa terkejutnya keluarga saat mendapati sang kakek juga telah berpulang. Ia wafat sekitar pukul 23.00 WITA, hanya berselang kurang lebih enam jam setelah kepergian istrinya. Sang kakek menghembuskan napas terakhir di usia 86 tahun.
Kisah ini pun membuat banyak warga sekitar dan warganet terharu. Banyak yang menyebut peristiwa tersebut sebagai gambaran cinta sejati hingga akhir hayat.
“Ini yang dinamakan sehidup semati, selalu bersama hingga usia senja,” tulis salah satu komentar warganet.
Kepergian keduanya di bulan Ramadhan menambah haru suasana. Banyak yang mendoakan agar pasangan lansia tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“MasyaAllah, wafat di bulan suci, semoga husnul khatimah dan dikumpulkan kembali di surga-Nya,” tulis warganet lainnya.
Sang pencerita juga menyampaikan bahwa kedua almarhum dikenal sebagai sosok baik dan dermawan. Keluarga mereka turut berkontribusi sebagai donatur dan pendiri sekolah TK tempat ia mengajar.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa maut adalah rahasia Ilahi, dan cinta yang tulus bisa menyatukan dua hati hingga akhir kehidupan. Di awal Ramadhan yang penuh berkah, cerita dari kampung di Kalimantan Selatan ini pun menjadi refleksi mendalam tentang kesetiaan dan takdir.
Semoga keduanya mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.



