
LAksi sok keras berujung minta maaf. Kasus pelemparan petasan terhadap sopir angkot di Tangerang yang sempat viral di media sosial akhirnya diselesaikan secara damai.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Kota Tangerang, pada Selasa (24/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, angkot B02 rute Cikokol–Ciledug menjadi sasaran pelemparan petasan oleh sekelompok remaja hingga membuat sopir terkejut dan nyaris membahayakan keselamatan.
Video kejadian itu pun beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam aksi nekat tersebut karena dinilai bisa berakibat fatal.
Menindaklanjuti viralnya video itu, jajaran Polres Metro Tangerang Kota bergerak cepat melakukan penyelidikan dan klarifikasi. Polisi kemudian mempertemukan dua korban, Muhamad Gazali (51) dan Marjono (51), dengan tiga remaja yang terlibat, yakni D.A. (20), R.D.S. (16), dan U.P.Y. (21).
Dalam mediasi yang digelar di Mapolres Metro Tangerang Kota, para pelaku yang didampingi orang tua masing-masing menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan dengan menandatangani surat kesepakatan bersama.
Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa penyelesaian kasus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, namun tetap tidak mengabaikan tanggung jawab hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan tindakan berbahaya seperti bermain petasan sembarangan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa aksi iseng yang dianggap sepele bisa berujung masalah serius bahkan berhadapan dengan hukum.



